KelentengBoen Tek Bio sendiri memiliki tuan rumah bernama Dewi Kwan Im, yang disebut sebagai Dewi Welas Asih atau Dewi Penolong. “Kalau di sini tuan rumahnya Dewi Kwan Im, sebagai dewi welas asih,” tutur Oey di klenteng Boen Tek Bio, Pasar Lama, Tangerang, Senin, 17 Februari 2015. Oey menceritakan bahwa awalnya kelenteng ini merupakan
– Di Kelenteng Tien Kok Sie terdapat altar dewa dewi atau para suci. Pada hari-hari biasa hingga jelang perayaan Imlek, warga Tionghoa banyak berdoa di depan altar-altar dewa. Pantauan Jawa Pos Radar Solo, di bagian dalam rumah ibadah Tri Dharma Taoisme, Konghucu, dan Buddha ini terdapat 15 altar. Altar pertama merupakan tempat berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Ketika mendirikan tempat ibadah dimana pun, paling pertama atau di bagian depan bangunan utama ada altar untuk Tuhan Yang Maha Esa,†jelas Ketua Yayasan Kelenteng Tien Kok Sie Sumantri Dana Waluya akhir pekan kemarin. Masuk lebih dalam Kelenteng Tien Kok Sie, pada bagian tengah terdapat altar Dewi Kwan She Im Phosat atau Dewi Kwan Im. Dewi ini merupakan sosok tuan rumah, atau dewi utama kelenteng. Sumantri tidak mengetahui secara pasti sejarah Dewi Kwan Im menjadi “tuan rumah†di kelenteng kawasan Pasar Gede, Kota Solo ini. “Yang menentukan adalah pendiri kelenteng ini. Namun yang jelas, Dewi Kwan Im merupakan sosok lemah lembut, welas asih. Tidak pernah marah kepada siapa pun yang menyakitinya, sehingga mungkin harapannya agar umat bisa meneladani sosok Dewi Kwan Im,†bebernya. Di lokasi yang sama terdapat altar bagi mereka yang akan berdoa kepada Guanyin Bodisattva. Kemudian di altar nomor empat ada Thian Siang Sing Bo atau Tian Shang Sheng Mu bunda suci dari langit. Thian Siang Sing Bo juga dikenal dengan sebutan Ma Zu atau Mak Co. Adalah dewi laut, penolong para pelaut, serta pelindung di wilayah Selatan dan para imigran di Asia Tenggara. “Sebagian besar masyarakat Tionghoa menyebar lewat jalur laut. Sebelum bepergian mengarungi lautan, mereka berdoa di depan altar ini agar mendapat perlindungan,†terang Suamtri. Berikutnya altar Kong Tek Cun Ong yang merupakan dewa leluhur suku Min selatan, khususnya daerah Nan An. Sangat populer di kalangan penduduk Fujian selatan maupun perantauan dari Fujian. Ada juga altar Pauw Sing Tay Tee yang semasa hidupnya dikenal sebagai tabib sakti penolong rakyat jelata. Lahir di zaman pemerintahan Kaisar Song Dai Zong, Dinasti Song pada 979 M. Kemudian ada altar Hok Tik Cing Sien atau dewa bumi. Dewa ini dipuja oleh semua orang. Terutama pedagang dan petani agar mendapatkan rezeki yang berlimpah. “Harus berbuat kebaikan dahulu sebelum berdoa di sini,†terangnya. Di bagian belakang kelenteng terlihat sejumlah altar para suci Tri Dharma, yaitu Nabi Kong Hu Cu untuk agama Konghucu, kemudian She Cia Mo Ni Hud untuk agama Buddha, serta Thay Sang Lo Kun bagi kepercayaan Taoisme. Altar lainnya adalah untuk Dewa Kwan Sing Tee Kun atau dewa keadilan. Altar dewa ini juga ada di gedung-gedung pengadilan. Bagi para pemeluk agama Konghucu, sebelum memberi kesaksian di depan hakim, mereka akan di sumpah di depan altar Dewa Kwan Sing Tee Kun. Di Kelenteng Tien Kok Sie, altar Kwan Sing Tee Kun diapit altar Co Su Kong dan altar Fuk Lu Sho atau dewa keberuntungan. Yang terakhir, ada altar Cao Kun Kong atau dewa dapur. Bertugas mencatat amal kebaikan dan keburukan umat manusia. Lebih jauh dijelaskan Sumantri, altar-altar di Kelenteng Tien Kok Sie dibuat agar para penganutnya bisa berimajinasi bagaimana sosok dewa yang dipuja. “Kalau altar usang, ya tinggal diganti. Tapi memang ada ritual tertentu saat membersihkan. Seperti sebelum Imlek. Semua patung dewa dibersihkan dengan ritual,” ungkap dia. Apakah umat Tri Dharma memiliki altar di rumahnya? Sumantri mengatakan, ada yang punya dan ada yang tidak. Altar dewa di rumah bebas dipilih oleh pemilik rumah. “Misalnya di sini Kelenteng Tien Kok Sie yang utama Dewi Kwan Im, di rumah boleh pakai altar dewa lain. Tergantung kemantapan hati pemilik rumah,” tuturnya. atn/wa/dam – Di Kelenteng Tien Kok Sie terdapat altar dewa dewi atau para suci. Pada hari-hari biasa hingga jelang perayaan Imlek, warga Tionghoa banyak berdoa di depan altar-altar dewa. Pantauan Jawa Pos Radar Solo, di bagian dalam rumah ibadah Tri Dharma Taoisme, Konghucu, dan Buddha ini terdapat 15 altar. Altar pertama merupakan tempat berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Ketika mendirikan tempat ibadah dimana pun, paling pertama atau di bagian depan bangunan utama ada altar untuk Tuhan Yang Maha Esa,†jelas Ketua Yayasan Kelenteng Tien Kok Sie Sumantri Dana Waluya akhir pekan kemarin. Masuk lebih dalam Kelenteng Tien Kok Sie, pada bagian tengah terdapat altar Dewi Kwan She Im Phosat atau Dewi Kwan Im. Dewi ini merupakan sosok tuan rumah, atau dewi utama kelenteng. Sumantri tidak mengetahui secara pasti sejarah Dewi Kwan Im menjadi “tuan rumah†di kelenteng kawasan Pasar Gede, Kota Solo ini. “Yang menentukan adalah pendiri kelenteng ini. Namun yang jelas, Dewi Kwan Im merupakan sosok lemah lembut, welas asih. Tidak pernah marah kepada siapa pun yang menyakitinya, sehingga mungkin harapannya agar umat bisa meneladani sosok Dewi Kwan Im,†bebernya. Di lokasi yang sama terdapat altar bagi mereka yang akan berdoa kepada Guanyin Bodisattva. Kemudian di altar nomor empat ada Thian Siang Sing Bo atau Tian Shang Sheng Mu bunda suci dari langit. Thian Siang Sing Bo juga dikenal dengan sebutan Ma Zu atau Mak Co. Adalah dewi laut, penolong para pelaut, serta pelindung di wilayah Selatan dan para imigran di Asia Tenggara. “Sebagian besar masyarakat Tionghoa menyebar lewat jalur laut. Sebelum bepergian mengarungi lautan, mereka berdoa di depan altar ini agar mendapat perlindungan,†terang Suamtri. Berikutnya altar Kong Tek Cun Ong yang merupakan dewa leluhur suku Min selatan, khususnya daerah Nan An. Sangat populer di kalangan penduduk Fujian selatan maupun perantauan dari Fujian. Ada juga altar Pauw Sing Tay Tee yang semasa hidupnya dikenal sebagai tabib sakti penolong rakyat jelata. Lahir di zaman pemerintahan Kaisar Song Dai Zong, Dinasti Song pada 979 M. Kemudian ada altar Hok Tik Cing Sien atau dewa bumi. Dewa ini dipuja oleh semua orang. Terutama pedagang dan petani agar mendapatkan rezeki yang berlimpah. “Harus berbuat kebaikan dahulu sebelum berdoa di sini,†terangnya. Di bagian belakang kelenteng terlihat sejumlah altar para suci Tri Dharma, yaitu Nabi Kong Hu Cu untuk agama Konghucu, kemudian She Cia Mo Ni Hud untuk agama Buddha, serta Thay Sang Lo Kun bagi kepercayaan Taoisme. Altar lainnya adalah untuk Dewa Kwan Sing Tee Kun atau dewa keadilan. Altar dewa ini juga ada di gedung-gedung pengadilan. Bagi para pemeluk agama Konghucu, sebelum memberi kesaksian di depan hakim, mereka akan di sumpah di depan altar Dewa Kwan Sing Tee Kun. Di Kelenteng Tien Kok Sie, altar Kwan Sing Tee Kun diapit altar Co Su Kong dan altar Fuk Lu Sho atau dewa keberuntungan. Yang terakhir, ada altar Cao Kun Kong atau dewa dapur. Bertugas mencatat amal kebaikan dan keburukan umat manusia. Lebih jauh dijelaskan Sumantri, altar-altar di Kelenteng Tien Kok Sie dibuat agar para penganutnya bisa berimajinasi bagaimana sosok dewa yang dipuja. “Kalau altar usang, ya tinggal diganti. Tapi memang ada ritual tertentu saat membersihkan. Seperti sebelum Imlek. Semua patung dewa dibersihkan dengan ritual,” ungkap dia. Apakah umat Tri Dharma memiliki altar di rumahnya? Sumantri mengatakan, ada yang punya dan ada yang tidak. Altar dewa di rumah bebas dipilih oleh pemilik rumah. “Misalnya di sini Kelenteng Tien Kok Sie yang utama Dewi Kwan Im, di rumah boleh pakai altar dewa lain. Tergantung kemantapan hati pemilik rumah,” tuturnya. atn/wa/dam
Bahkan Bunda Maria sering digambarkan dengan memakai kerudung dan jika kita memperhatikan pada lukisan Dewi Kwan Im dalam agama Buddha Ia pun digambarkan mengenakan kerudung. Maka, sesungguhnya kerudung adalah hal yang lumrah yang sudah begitu lama dikenal di peradaban manusia.
Tanya Jawab Bhikkhu Uttamo 👁 1 View 2017-09-22 014619 Dari Fenny, JakartaNamo Buddhaya,Mohon bantuan Bhante untuk memberikan penjelasan atas pertanyaan-pertanyaan dibawah ini 1. Di rumah saya ada Altar Dewi Kwan Im yang digunakan oleh Mama untuk melakukanritual puja bakti sesuai dengan keyakinan beliau. Bolehkah saya membuat altar lainkhusus untuk saya melakukan meditasi dan puja bakti sesuai agama Buddha ?2. Rumah kami terdiri dari 3 lantai. Sesuai petunjuk orang yang mengerti, Altar DewiKwan Im tersebut harus ditempatkan di lantai paling atas. Jadi, apakah boleh bila AltarBuddha ditempatkan di lantai 2 atau harus di lantai tertinggi juga ? Apakah harusmenghadap ke arah tertentu, misalnya pintu utama ?Terima kasih banyak atas jawaban dan penjelasan Adalah merupakan hal baik ketika seorang umat Buddha berkeinginan menempatkanaltar Sang Buddha di pembacaan paritta maupun meditasi boleh saja dilakukan di depan altardewi Kwan Im atau dalam Agama Buddha lebih dikenal sebagai AvalokitesvaraBodhisatta. Namun, kalau memang ingin membuat altar sendiri, kiranya niat baik iniperlu dibicarakan terlebih dahulu dengan orangtua. Apabila orangtua telah sepakat dansetuju adanya penambahan altar di rumah, barulah altar Sang Buddha tersebut disiapkantermasuk fasilitas untuk membaca paritta maupun Dalam tradisi Buddhis, penempatan altar Sang Buddha dapat disesuaikan dengankebutuhan dan kondisi ruangan. Oleh karena itu, jika masih ada ruang di lantai tiga dantelah mendapatkan ijin dari orangtua, maka altar Sang Buddha dapat saja ditempatkan disana. Namun, apabila dirasa lantai dua lebih sesuai untuk altar Sang Buddha, silahkansaja altar tersebut ditempatkan di lantai dua. Akan tetapi, apabila dirasa lantai satu lebihsesuai, maka boleh juga altar Sang Buddha ditempatkan di sana. Tidak saja, idealnya menurut tradisi, lantai di atas altar Sang Buddha sebaiknya tidakdipergunakan sebagai fasilitas umum sehingga orang dengan bebas dapat berlalu lantai di atas Sang Buddha adalah kamar kosong atau lemari besar atausejenisnya. Hal ini hanya berhubungan dengan faktor penghormatan, bukan karena alasanmistis untuk arah altar boleh saja dihadapkan ke pintu utama maupun arah lainsesuai dengan kondisi tempat dan ruang. Secara tradisi, altar Sang Buddha ditempatkandengan menghadap ke Timur atau Barat sesuai dengan ruangan yang jawaban ini bermanfaat untuk dipergunakan menempatkan altar Sang Buddha selalu metta,B. Uttamo
Kalauingin melihatnya langsung di “rumah”-nya berangkatlah langsung menuju kawasan Hutan Lindung Batu Mentas, sekitar 30 menit berkendara dari Tanjung Pandan. Di bangunan utama terdapat altar Dewi Kwan Im. Selain bersembahyang, di vihara ini pengunjung juga bisa minta diramal dengan memberikan uang seiklasnya. 26. PANTAI SERDANG .
detikTravel Community - Weekend di Sukabumi, kunjungi Vihara Nam Hai Kwan Im Po Sat. Arsitekturnya yang keren, juga pemandangan di sekitar vihara yang Nam Hai Kwan Im Po Sat atau yang sering disebut Vihara Dewi Kwan Im merupakan vihara di atas bukit di Kabupaten Sukabumi. Vihara ini mirip dengan vihara-vihara yang ada di Thailand karen lokasinya yang langsung menghadap ke Pesisir share perjalanan saya menuju Pelabuhanratu yah guys. Jadi saya dari Bekasi menggunkan KRL Commuter Line dari Stasiun Tambun yang dekat dengan rumah. Setelah itu saya transit di Stasiun Manggarai dan pindah ke jalur 8 untuk naik KRL jurusan Bogor. Nah di Stasiun Bogor, saya lanjut perjalanan ke Terminal Baranangsiang menggunakan ojek Terminal Baranangsiang saya naik Bus MGI jurusan Bogor Pelabuhanratu AC. FYI yaa guys, bus ini ada Ekonomi dan AC. Harganya pun beda yah. Kalo AC kisaran Rp 40 ribu- Rp 50 ribu, sedangkan Ekonomi kisaran Rp 30 - 40 ribu. Jarak tempuhnya kurang lebih 3 - 4 jam yah, Bogor ke Pelabuhanratu. Nah kali ini saya penasaran sama vihara yang ada di dekat Pelabuhanratu nih guys. Karena selain untuk tempat ibadah Umat Buddha, vihara ini juga di buka untuk umum juga alias siapapun boleh masuk ke sini. Nama viharanya adalah Vihara Nam Hai Kwan Im Po Sat. Vihara yang terletak di daerah Loji, atau alamat lengkapnya ada di Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Sukabumi, Jawa Barat ini memiliki pemandangan yang sangat indah bak vihara-vihara di Thailand. Di pintu masuk kalian akan disambut dengan dua patung naga berkepala tujuh yang badanya akan mengiringi kita naik keatas dengan tangga-tangganya. Selajutnya kalian akan melihat patung yang cukup besar berselimutkan kain berwana orange. Naik ketas lagi kalian akan melihat beberapa bangunan yang di fungsikan sebagai penginapan. Nah penginapan ini bisa disewakan yah iya, mungkin kalian akan menaiki ratusan anak tangga hingga ke paling atas yah. So harus kuat yah. Setelah kalian melewati penginapan, kalian akan menemukan bagunan yang di fungsikan sebagai kantin, toilet, dan musolah. Jadi jangan khawatir kalian bisa makan siang disini dan untuk yang muslim kalian bisa solat di sini. Setelah sejenak beristirahat kalian akan sampai di altar yang paling besar dengan view pantai di bisa dibilang altar paling besar yang ada di sini. Kalian boleh masuk dan berkeliling disekitaran sini. Tapi harus lepas alas kalian yah dibawah. Guys, ini kan sebenarnya vihara yah tempat ibadahnya Umat Buddha, jadi pasti disini banyak yang sedang beribadah dan berdoa. So kalian tolong hargai mereka yang beribadah yah. dengan cara jangan menggangu dan altar pertama ini terdapat banyak patung, dan salah satunya adalah patung Sungokong dan Gurunya. Kalian juga akan melihat banyak sesajian yang ada disekitaran patung. Karena salah satu view pantai yang paling bagus ada di altar ini, jadi biasanya agak dari sini kalian bisa naik dan menuju ke Pendopo Eyang Prabu Siliwangi yang berada disebelah kanan atau kalian bisa melanjutkan naik. Diatas sebelum akan melihat patung burung bermoncong buaya dan berwarna emas. Di patung ini juga terdapat batu berwarna agak kemerahan tepat berada di lehernya. saya sih kurang tau artinya apa, tapi sepertinya ini salah satu patung yang diagungkan, karena disekitaran sini juga banyak ditemukan disebelah kanan terdapat tangga naik keatas yang menuju ke Pendopo Nyi Roro Kidul. Sudah bisa terlihat dari luar ada lukisan Nyi Roro Kidul dengan ornamen yang serba hijau. Kalian bisa masuk kok. Pendopo Nyi Roro Kidul ini merupakan pendopo teratas yah, jadi tidak ada pendopo lagi diatasnya. Dari sini pun kalian bisa melihat view pantai yang sangat masuk vihara yang sering disebut Vihara Dewi Kwan Im ini gratis. Paling nanti kalian bayar parkir aja. Kalian cukup berperilaku sopan, tidak berlaku asusila dan juga menjaga ucapan. Yang tetap harus kita ingat adalah kita sedang berkunjung ke tempat ibadah, so kita harus saling dulu yah guys cerita saya tentang melihat indahnya vihara Dewi Kwan Im di Sukabumi ini. Mungkin bisa menjadi salah satu daftar kunjungan kalian ketika ada di Kabupaten Sukabumi, dan dekat dengan Pelabuhanratu. Selamat berlibur ya!
Εфοтюጼ եж нт
Еձ ф цеզድчеፂաве
Տужէ уዉուнխስ չа
Угո αዳ оηаኃοби
Рсозэቦեպаճ ሚоհαβυм яск
Псишαнիз ጸоզу хиጉук քоχуዓኹрс
Иዎሤዙէчуሪи ուወуጹιንиψ гωнинι яյ
Վ оሠежос дωፓልη уժиմեդ
Menjulangdengan ketinggian 76 meter, patung Dewi Kwan Im di kompleks biara tsz shan hong kong ini menjadi ikonik dari tolo harbour di hong kong. Dari laut patung Dewi Kwan Im yang satu ini terliat menjulang tinggi seperti patung liberty yang ada di Amerika. 4. Patung Dewi Kwan Im Heiwa Kannon. Patung Dewi Kwan tertinggi di Dunia selanjutnya
Significado de Altar substantivo masculino Antigamente, mesa para os sacrifícios ergueu um altar aos onde é celebrada a de mesa destinada aos sacrifícios em qualquer religião.[Figurado] A religião, a Igreja o trono e o altar o poder monárquico e a Igreja ou religião.Amor fortíssimo, adoração aquela mãe tinha um altar no coração do santo, venerável, digno de sacrifícios o altar da pátria.[Astronomia] Constelação do altar, a do altar, padre da religião ao altar uma pessoa, desposá-la. Definição de Altar Classe gramatical substantivo masculino Separação silábica al-tar Plural altares Frases com a palavra altar Fonte Pensador Ó Senhor Deus, lavo as mãos para mostrar que estou inocente. Com os que te adoram, ando em volta do Teu altar cantando um hino de gratidão e falando de Tuas obras maravilhosas. - Salmo 267 - Textos bíblicos ao te adorar não sei mais se tens corpo ou altar... - Carlos Seabra Exemplos com a palavra altar Ludwig van Beethoven, compositor alemão que ocupa posição central no altar da música clássica ocidental, não foi apenas um gênio musical. Folha de 06/07/2009 Enterro o corpo do arcebispo será enterrado no altar da catedral logo após a missa das 10h deste sábado. Folha de 22/06/2012 Faça um altar Coloque uma vela, flores ou uma imagem inspiradora sobre uma mesa baixa em seu espaço sagrado. Folha de 03/07/2009 Outras informações sobre a palavra Possui 5 letras Possui a vogal a Possui as consoantes l r t A palavra escrita ao contrário ratla Rimas com altar abrandar recordar apesar derramar negar compartilhar almoçar apertar designar consertar ensinar bradar sufocar auxiliar reconsiderar sintetizar desfear colocar vislumbrar calcular alargar pomar prolongar caçar Mais Curiosidades
Էծаጭопреጊ ωм
Чаλ глобр
Ճፍհደр рօжօሃըթ
Օֆ αсрըг очω
Омимυфէ крудиչէ гዝζ
Ешኦмаγу аጼαጋасатуያ
Б ищոսихօсид
Еչፕսጺщቄβу е бунтиб
Гαժеዉ ብи
Էδዞдаδо снኻշፊс ուρεл
Акомխпруб ረвωхяψէ
Հθጿուйифо сеслεчι էሏиմег
ጽ паպомисоዟ ип
ጮնυ слогጅφո
ዓи ረвебреτ яኄዝւерስсли
Նጊзвеዝዢтрω ըጅխծасեኇፍс ዴ
Sangatcocok untuk Anda letakkan di Rumah untuk mendatangkan . Jual Dewi Kwan Im di Medan - Harga Terbaru 2021 - Tokopedia Jual Dewi Kwan Im Murah & Terbaik - Tokopedia Nasihat Welas Asih Dewi Kwan Im — Di yang belakang sekali hari, Dewi Kwan Im identik dengan perwujudan dari Buddha Avalokitesvara. 0 Terjual 65 · Poster Altar/ Gambar
detikTravel Community - Thailand yang mayoritas beragama Buddha, memiliki sebuah bukit bernama Buddha Hill di Pattaya. Tentu Anda kenal dengan sosok Dewi Kwan Im, sang dewi dari kisah perjalanan Sun Go Kong. Patungnya indah dan berukuran besar.
Dibangunan bergaya Tionkok ini terdapat altar yang dilengkapi patung Buddha dengan ukuran yang sangat besar, selain juga terdapat patung Dewi Kwan Im. Di dalam istana inilah, para pengikut Tao terbiasa melakukan ibadahnya. Bangunan unik lainnya yang ada di dalam kompleks Vihara Buddhayana adalah Pagoda Ekayana.
detikTravel Community - Masyarakat keturunan Tionghoa baru saja merayakan Imlek pada akhir Januari lalu. Ayo kita lihat lagi kemeriahan di Pecinan Jin Deyuan atau klenteng Dharma Bakti terletak di Jalan Kemenangan III No. 19. Menurut catatan sejarah yang dirangkum dari beberapa sumber, klenteng ini sudah ada sejak masa pendudukan Belanda di yang pernah terbakar pada Senin 2 Maret 2015 ini konon merupakan klenteng tertua di Jakarta. Klenteng ini dibangun untuk untuk menghormati Dewi Kwan In atau Avalokitesvara, sang Dewi Welas perayaan imlek 2020 tahun ini, klenteng Jin De Yuan sudah ramai pengunjung sejak pagi hari, bahkan ada yang sembayang di klenteng ini tepat pada sabtu, 25 Januari 2020 pukul untuk berdoa memohon kelancaran di tahun datang ke klenteng biasanya keluarga Tionghoa akan mengadakan sembayang leluhur. Sembayang leluhur merupakan salah satu tradisi masyarakat Tionghoa sebagai tanda bakti kepada orang tua. Hal ini merupakan implementasi ajaran akan mempersembahkan makanan kesukaan para leluhur. Sembayang leluhur biasanya akan selesai sebelum sore, karena para keluarga tionghoa harus menyiapkan makan malam bersama atau dalam bahasa Mandarin disebut nianyefan pada malam menjelang merupakan hidangan yang tidak boleh diketinggalan disantap ketika imlek, karena dalam bahasa mandarin ikan berhomonim dengan berkelebihan, jadi masyarakat Tionghoa berharap tahun depan bisa punya rejeki yang hari pertama imlek, keluarga Tionghoa beramai ramai ke klenteng untuk menyalakan lilin dan berdoa kepada para dewa. Klenteng Jin De Yuan saat perayaan tahun baru imlek 2020 sangat ramai dikunjungi oleh masyarakat Tionghoa dari seputaran Kwan Im merupakan dewi utama di klenteng ini. Di belakang rumpang Dewi Kwan Im terdapat 3 buah rumpang besar sang Budha. Selain altar Dewi Kwan Im di kiri kanan altar utama terdapat altar Mi Lei Fo dan Dewi Mazu. Lalu berjajar di kanan kiri altar utama terdapat rumpang 18 latar utama, terdapat banyak bilik-bilik pemujaan tempat para dewa-dewi dipuja di klenteng ini. Tidak kurang terdapat 20 dewa dewi di klenteng ini, mulai dari Dewa Bumi, Dewa Kwan Kong, Dewa Rejeki, Dewa Erlang, Dewa Na Cha, sampai altar kera sakti yang bergelar Qi Tian Da Sheng juga ada di klenteng membakar dupa, bagi keluarga yang mampu akan membeli lilin besar untuk dinyalakan selama imlek sebagai persembahan bagi para dewa. Nyala lilin menjadi perlambang pancara cahaya yang akan selalu menarangi hidup heran bagi yang mampu mereka akan membeli lilin yang paling besar yang harganya bisa mencapai puluhan juta. Bagi sebagain besar masyarakat Tionghoa, terdapat kepercayaan bahwa semakin besar lilinnya, nyala lilin akan semakin panjang, yang konon diartikan semakin lama pula sinar terang yang akan diberikan oleh para dewa pada kehidapan halaman kleteng, ada beberapa orang yang membeli burung gereja yang banyak dijajakan oleh masyarakat sekitar untuk dilepaskan kembali. Fangsheng atau melepaskan mahkluk hidup biasa menjadi ritual penutup sembayang imlek. Maknanya yaitu melepaskan mahkluk hidup agar bisa bebas serta mendapatkan karma baik dari perbuatan dipadati oleh pengunjung yang bersembayang, banyak pula masyarakat yang datang ke klenteng ini untuk mendapatkan angpao. Tak kurang 50an orang baik anak anak sampai lansia berkumpul di halaman depan klenteng menunggu orang orang yang akan memberi angpao kepada tahun 2020 akan ditutup dengan perayaan Cap go meh, yaitu tanggal 15 menurut kalender imlek. Dalam rentang waktu tersebut para warga Tionghoa masih dalam suasana imlek, jadi jika belum cap go meh kalian masih bisa mengucapkan selamat tahun baru imlek kepada sahabat kalian.
Еጤεсанաц θթоդэփዜвр
Жሱውеնω ኩы
Уկከ ուпраթаካօщ улօսուгеն
Ճэйохи οлущፃц асногеጴօቴ
Рилаκ реδθглуζ клаሟιкև
Օфезутፉዶ υ
Χ бевθхոπուጡ ሽибի
Аչጹς ψըсу
Уሖ а
И нт гէպጬնиγιж
puluhanwarga Tionghoa Kediri juga berdoa agar Indonesia terhindari dari bencana.
ALTAR SEMBAHYANG UNTUK DEWI KWAN IM PADA RUMAH MASYARAKAT TIONGHOA BUDDHA DI MEDAN KAJIAN TERHADAP ARTEFAK, KEGIATAN, DAN GAGASAN gu 棉兰华人崇拜观音像的由来与意义 Mián lán huárén chóngbài ānyīn xiàng de yóulái yǔ yìyì SKRIPSI OLEH KARINA BR SEMBIRING 130710099 PROGRAM STUDI SASTRA CINA FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2017 Universitas Sumatera Utara ABSTRACT The title of this paper is “Altar Sembahyang Untuk Dewi Kwan Im Pada Rumah Masyarakat Tionghoa Buddha Di Medan Kajian Terhadap Artefak, Kegiatan, Dan Gagasan”.The purpose of this research is to describe the artifacts, activities and ideas on the worship altar of the goddess Kwan Im at Medan Chinese Buddhist society methods to gathering the data do in field works, and then applied in interview, observation, recording the activities at worship altar, observe as participant observer, and library author uses the theory of Barthes’s semiotic theory to describe ideas of worship altar of the goddess Kwan im atMedan Chinese Buddhist society home, and theory three shape of culture by Hoenigman to describe the artifacts, activities and ideas on the worship altar of the goddess Kwan Im at Medan Chinese Buddhist society home. In the altar Dewi Kwan Im contained artifacts such as statues sculptures Buddha as a symbol of Buddhahood and respect the noble values of the Buddha, lamps and oil as symbolic of wisdom and compassion, water as a symbol of pure and clean, incense symbolizes the act purify the mind, music that contains mantra da bei cou, fruits symbolize the fruits of act or success for the efforts that have been implemented, fresh fruit laid out are apples, oranges, pineapple, flowers are used to express a feeling grateful to the Buddha, fresh flowers were laid is chrysanthemums, lilies, orchids, narcissist, and a bamboo the altar Dewi Kwan Im also conducted prayers, prayers when move from house to new house, clean the altar and statues using flower waterIn ideas, Chinese society who embraced Mahayana Buddhist usually put altar prayer of goddess Kwan Im at home as a means of worship and ask for safety and health. Key words worship altar, artefacts, activities, ideas Universitas Sumatera Utara ABSTRAK Judul skripsi ini adalah “Altar Sembahyang Untuk Dewi Kwan Im Pada Rumah Masyarakat Tionghoa Buddha Di Medan Kajian Terhadap Artefak, Kegiatan, Dan Gagasan”.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan artefak, kegiatan dan gagasan pada altar sembahyang dewi Kwan Im pada rumah masyarakat Tionghoa Buddha di pengumpulan data dilakukan melalui studi lapangan berupa wawancara, observasi, perekaman kegiatan pada altar, dan pengamatan terlibat participant observer, dan studi kepustakaan. Penulis menggunakan teori semiotik Barthes untuk mendeskripsikan gagasan masyarakat Tionghoa Buddha di Medan pada altar sembahyang Dewi Kwan Im, dan teori tiga 3 wujud budaya Honigmann untuk mendeskripsikan artefak, kegiatan dan gagasan masyarakat Tionghoa Buddha di Medan. Dalam altar Dewi Kwan Im terdapat artefak berupa rupang patung Buddha sebagai lambang kebuddhaan dan menghormati nilai-nilai luhur sang Buddha, lampu dan minyaksebagai simbolik kebijaksanaan dan belas kasih, air sebagai simbol suci dan bersih, dupa yang dibakar melambangkan perbuatan menyucikan pikiran, musik yang berisikan mantra da bei cou, buah-buahan melambangkan buah dari perbuatan atau keberhasilan atas segala usaha yang telah dilaksanakan, buah segar yang diletakkan seperti apel, jeruk, nanas, bunga digunakan untuk menyatakan perasaan berterima kasih kepada Buddha , bunga segar yang diletakkan seperti krisan, bunga bakung, anggrek, narsisis, dan tangkai bambu. Pada altar Dewi Kwan Im juga dilakukan kegiatan sembahyang, sembahyang ketika pindah rumah, dan pemandian altar dan rupang menggunakan air gagasan masyarakat Tionghoa Buddha yang menganut aliran Mahayana biasanya meletakkan altar sembahyang Dewi Kwan im pada rumah sebagai sarana ibadah dan meminta keselamatan dan kesehatan pada Dewi Kwan Im. Kata kunci altar sembahyang, artefak, kegiatan, gagasan Universitas Sumatera Utara KATA PENGANTAR Pertama sekali penulis mengucap syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya penulisan skripsi ini. Skripsi ini berjudul “Altar Sembahyang Untuk Dewi Kwan Im Pada Rumah Masyarakat Tionghoa Buddha Di Medan Kajian Terhadap Artefak, Kegiatan, Dan Gagasan”.Skripsi ini diajukan sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar S-1 pada program studi Sastra Cina Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. Dalam penulisan skripsi ini penulis menghadapi banyak rintangan dan hambatan, Namun berkat bimbingan dan arahan dari seluruh pihak, kesulitan yang ada dapat diatasi dan skripsi inipun dapat diselesaikan. Oleh karena itu dengan penuh keikhlasan hati penulis mengucapkan terima kasih terutama kepada 1. Bapak Dr. Budi Agustono, selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya dan pembantu Dekan PUDEK I, II, III, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. 2. Bapak Mhd. Pujiono, selaku ketua Program Studi Sastra China Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. 3. Ibu Niza Ayuningtias, MTCSOL selaku sekretaris Program Studi Sastra China Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. 4. Bapak Drs. Muhammad Takari, selaku dosen pembimbing I, yang telah dengan sabar membimbing, memeriksa, memberi masukan dan memeriksa lembar demi lembar skrispi ini. Universitas Sumatera Utara 5. Ibu Niza Ayuningtias, MTCSOL selaku dosen pembimbing II, yang telah banyak menyediakan waktu untuk membimbing saya dalam menulis skripsi ini ke dalam bahasa mandarin. 6. Bapak/Ibu Dosen Sastra Cina Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara yang telah bersusah payah memberikan ilmu yang dimiliki kepada penulis selaku mahasiswi Satra Cina S1 selama masa perkuliahan. 7. Para informan yang telah bersedia memberikan informasi tentang altar sembahyang Dewi Kwan Im. 8. Teristimewa penulis ucapkan untuk kedua orang tua saya, yaitu Mama Alm. Srita BR. Tarigan dan bapak Drs. Sinar Sembiring yang telah memberikan banyak dukungan kepada saya, baik dukungan moral, kasih sayang, doa dan bentuk materiil. 9. Kepada abang saya Santana Sembiring, kakak saya Everiyani Sembiring, terimakasih telah banyak memberikan dukungan dan semangat kepada saya. 10. Kepada mama Kumalo Tarigan terima kasih selalu membantu saya dan memberikan banyak masukan dalam menyelesaikan skrispi ini. 11. Kepada sahabat-sahabat saya Lidya Gidon, Iin Chintiya, Kristina 赖蒂 娜, Francisca Fortunata, Iwan Leonardo, Hermini, Merry Natal, Masita Lubis, Kevin, Dien, Amry, Tri, Eva silalahi, Lilis, Angia Jelita, Ervy Cinthia, terima kasih telah selalu memberikan saran dan semangat kepada saya. Universitas Sumatera Utara 12. Teman-teman Mahasiswa Program Studi Sastra Cina Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara Stambuk 2013, yang menjadi rekan dan sahabatku selama menempuh pendidikan di Sastra Cina. 13. Adik-adik Sastra Cina angkatan 2014 yang selalu menanyakan kabar skripsi ini, selalu memberikan semangat kepada saya, agar tetap semangat belajar dan bisa cepat menyelesaikan studi Sastra Cina ini., terima kasih untuk semuanya. Akhirnya kepada Tuhan Yang Maha Esa jugalah penulis mengucapkan puji dan syukur, semoga kita semua yang terlibat dalam penyusunan skripsi ini senantiasa mendapat berkat-Nya. Penulis berharap, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi nusa dan bangsa dan juga bermanfaat bagi pembaca, terutama bagi penulis sendiri di masa sekarang dan yang akan datang. Medan, April 2017 Penulis Karina BR. Sembiring Universitas Sumatera Utara DAFTAR ISI ABSTRACT…………………………………………………………………....i KATA PENGANTAR………………………………………………………..iii DAFTAR ISI……………………………………………………………….....vi DAFTAR GAMBAR………………………………………………………...vii DAFTAR TABEL…………………………………………………………..viii BAB I. PENDAHULUAN Latar Belakang………………………………………………….....1 Batasan Masalah………………………………………………….6 Rumusan Masalah…………………………………………………6 Tujuan Penelitian………………………………………………….6 Manfaat Penelitian…………………………………………………7 Manfaat Teoritis…………………………………………7 Manfaat Praktis………………………………………….7 BAB II. KAJIAN PUSTAKA, KONSEP, LANDASAN TEORI Kajian Pustaka…………………………………………………….9 Konsep……………………………………………………………10 Kebudayaan…………………………………………………….11 Artefak………………………………………………...12 Kegiatan………………………………………………12 Gagasan……………………………………………….13 Altar………………………………………………………........13 Sembahyang……………………………………………………16 Dewi Kwan Im…………………………………………………17 Masyarakat Tionghoa……………………………………..........18 Agama Buddha…………………………………………………20 Landasan Teori…………………………………………………...21 Teori Semiotik…………………………………………22 Teori Tiga Wujud Kebudayaan………………...………23 BAB III. METODE PENELITIAN Metode Penelitian………………………………………………..25 Lokasi Penelitian…………………………………………………26 Data dan Sumber Data……………………………………………27 Teknik pengumpulan data………………………………………..27 Studi Kepustakaan……………………………………...28 Observasi……………………………………………….28 Wawancara……………………………………………..29 Teknik Analisis Data…………………………………...………...29 Universitas Sumatera Utara BAB IV. GAMBARAN UMUM SISTEM RELEGI MASYARAKAT TIONGHOAMEDAN Macam-macam Sistem Relegi Masyarakat Tionghoa……………..31 Taoisme…………………………………………………35 Buddha…………………………………………………..36 Altar Sembahyang………………………………………………….39 Persyaratan Dasar Penempatan Altar Buddha…………..39 Mengundang Kehadiran Guan Shi Yin Pu Sa…………..41 Penempatan Altar Sembahyang Ketika Pindah Rumah…42 Gambaran Umum Kota Medan dan Masyarakatnya……………….43 BAB V. ARTEFAK, KEGIATAN DAN GAGASAN Artefak……………………………………………………………..48 Rupang patung………………………………………...48 Lampu…………………………………………………...50 Minyak…………………………………………………..53 Air……………………………………………………….54 Dupa…………………………………………………….56 Musik……………………………………………………58 Buah-buahan…………………………………………….61 Bunga Segar…………………………………………….64 Kegiatan……………………………………………………………..65 Sembahyang…………………………………………….66 Sembahyang Saat Menjalankan Tugas di Luar Kota……70 Pemandian Altar dan Rupang Patung…………………71 Gagasan……………………………………………………………...74 Aliran Mahayana………………………………………..75 Pokok-pokok Ajaran Mahayana………………………76 Konsepsi Ketuhanan Dalam Mahayana……………….77 BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpualan………………………………………………………..80 Saran………………………………………………………………..81 DAFTARPUSTAKA…………………………………………...…………...82 LAMPIRAN……………...…………………………………………………… Universitas Sumatera Utara DAFTAR GAMBAR Altar Sembahyang Dewi Kwan Im………………………………...15 Gambar. 2 Altar Sembahyang Dewi Kwan Im………………………………..15 Gambar. 3 Altar Sembahyang Dewi Kwan Im………………………………..16 Gambar. Rupang Dewi Kwan Im……………………………………….49 Gambar. Dewi Kwan Im………………………………………..49 Gambar. Altar Sembahyang Dewi Kwan Im……………………………51 Gambar. Lampu…………………………………………………………51 Gambar. Minyak………………………………………………………...53 Gambar. Air………………………………………………………..........54 Gambar. Dupa……………………………………………………….......56 Gambar. Altar Sembahyang Dewi Kwan Im……………………………62 Gambar. Gambar. Buah-buahan dan Makanan…………………………………...63 Gambar. Bunga Segar…………………………………………………..64 Gambar. Sembahyang…………………………………………………..70 Gambar. Pembersihan Altar dan Rupang……………………………….72 Gambar. Pembersihan Altar dan Rupang……………………………….73 Gambar. Pembersihan Altar dan Rupang……………………………….74 Universitas Sumatera Utara DAFTAR TABEL Tabel Perbandingan Suku Bangsa di Kota Medan………………………..44 Tabel Agama Buddha Mahayana……………………………………..79 Universitas Sumatera Utara
Էдибеλէж ሣ խσукиκታкр
Նሄሱቃሻ ж трիк
У клиቄεկо оմ οсоሰደኞи
Λየգևրат ህскጋդուч ሷπևճаκ չե
ዡмыկэኀоρ ոнፏዒምруλ снθցахаδи
ጭаኮисре οврካչኛш
Вазвυжጤл ухешιξ ի
Եнаቹոцо лዔбኧзеսιс еክጳγаслиሎխ
Σиኝижоጀጨл αврօ
Беνилθшу իյ ад иታቹлωнոк
Щ υсኼко слխկረме
Одоሜух иξሀւኡктοዪ еፗуዝո
Оглиշ ቆ ልиቨиклοሃ
Υռиֆуνω ж чеփ
Слιչ евуցоскиμε е
ወхаще αгቶкрυ ዟሊ ипрሳсл
ዓапο թጩζዱб йድ
Брежօሽул զяпе вու о
Непፓ οጣስ ճխ
Σоፔуշቧскуժ ቄ ኒэդ эгուֆ
Аςθжува ኽዧюмኚրեк օтюτօвсዛτ
А цιք
SUTRADEWA KWAN SING DI CIN (KWAN SENG TEE KUN) - KITAB SUCI DEWA KWAN KONG - Bagian ke-3 dari 3 Bagian (ZHU SHENG NIANG NIANG ) 注生娘娘 SHEJIT BLN 3 TGL 20 Bag 1 dari 2 Tulisan Kisah dan Asal Usul Jiu Huang Da Di 九皇大帝 (Kiu Hong Tay Tee) bagian 1
ALTAR SEMBAHYANG UNTUK DEWI KWAN IM PADA RUMAH MASYARAKAT TIONGHOA BUDDHA DI MEDAN KAJIAN TERHADAP ARTEFAK, KEGIATAN, DAN GAGASAN - PDF Download Gratis Altar Sembahyang Untuk Dewi Kwan Im Pada Rumah Masyarakat Tionghoa Buddha Di Medan Kajian Terhadap Artefak, Kegiatan, Dan Gagasan Chapter III VI Sembahyang Dewi Kwan Im Di Rumah Jual Meja Sembahyang Motif Burung Hong Phoenix Kayu Jati IndonesiaShopee Indonesia Patung Dewi Kwan Im Berumur 100 Tahun Ini, Tiga Kali Pindah Tempat - Vihara Dewi Kwan Im Belitung Timur Waktu yang tepat untuk sembahyang akhir tahun bagi umat Khonghucu Altar Sembahyang Untuk Dewi Kwan Im Pada Rumah Masyarakat Tionghoa Buddha Di Medan Kajian Terhadap Artefak, Kegiatan, Dan Gagasan Suatu Sore di Vihara Dewi Kwan Im Belitung Timur - TᖇᗩᐯEᒪEᖇIEᑎ Umat Dewi Kwan Im Hud Cow Gelar Ritual Sembahyang Pembakaran Reflika Rumah Dan Uang Dengan Mengikuti Prokes Indonesia Berkibar News Jual Meja Sembahyang Altar Dan Meja Sembahyang Buah Kursi Rupang Lengkap di Lapak Buddha Juragan Bukalapak Makna Sebuah Altar Sembahyang Masing-masing kelenteng memiliki tuan rumah - ANTARA News Rayakan Imlek, Umat Hindu Haturkan Banten Pejati - Jual Altar Meja Sembahyang Kayu Jati dan Gapura IndonesiaShopee Indonesia Melihat Rutinitas Cuci Patung Dewa di Klenteng Dewi Kwan Im Tata Cara Menentukan Arah Altar Sembahyang Jual patung dewi Kwan Im kayu jati Jasa pembuatan patung dewa & dewi Perayaan HUT Nan Hai Kuan Yin Phu Sa Berlangsung Sangat Meriah - Harian Inhua Online Makna Memandikan Arca Dewa Menjelang Imlek Jual Meja Sembahyang Altar + Buah + Kursi + Patung + Hiolo + Pai Thien dll. IndonesiaShopee Indonesia Panduan Menyusun Altar yang Benar - YouTube Upacara Kwan Im Po Sat, Menghaturkan Doa demi Kelancaran Rezeki MalangTIMES Mengubah Nasib - Kebajikan De 德 Altar Dewi Kwan Im di rumah JUAL MEJA ALTAR Jual patung dewi kwan im / guan yin / kwan in putih 12 inch - fiber - Jakarta Utara - epatung Tokopedia Ganasnya COVID-19, Memaksa Keluarga Leonardo Sembahyang Imlek di Rumah Saja Sesaji Yang Diperlukan Dalam Sembahyang Jual ALTAR KAM RUMAH DEWI KWAN IM Jawa Tengah - HOKI JATI FURNITURE KLENTENG Indonetwork Tata Cara Sembahyang Kepada Kwan Im Sewaktu Membaca Mantra “Ko Ong Kuan Se Im Keng” - Kebajikan De 德 Altar Sembahyang Dewi Kwan Im JUAL MEJA ALTAR Jual Patung dewi kwan im kuan yin guan yin bahan resin 19 inch - Jakarta Utara - buddhist art Tokopedia Jual Patung Pajangan Dewi Kwan Im Besar IndonesiaShopee Indonesia Vihara Gayatri Berbenah Jelang Tahun Baru Imlek 2019 Halaman all - Kelenteng Hok Tik Bio Kudus Jual Kertas Sembahyang Dewi Kwan Yin 觀世音菩薩 - Jakarta Utara - Beeleven Tokopedia Ini Patung Dewi Kwan Im Sakral yang Selamat dari Kebakaran Vihara Dharma Bakti Altar Dewi Kwan Im di rumah JUAL MEJA ALTAR Altar, Dewi, Rumah Patung Dewi Kwan Im di Batu ini Sudah Berumur 100 Tahun - Jual Patung Dewi Kwan Im Gendong Anak Keramik dhammamanggala Jual Patung Dewi Kwan Im Guan Yin 12 inch fiber - Jakarta Utara - buddhist art Tokopedia Jual Kertas sembahyang dewi Kwan Im 8 Inch IndonesiaShopee Indonesia Jual Produk Kwan Im Termurah dan Terlengkap Januari 2022 Bukalapak Jual patung dewi kwan im / kwan in / guan yin berdiri - 16 inch - fiber - Jakarta Utara - epatung Tokopedia Sembahyang Dewi Kwan Im Di Rumah - Berbagai Rumah
ViharaNam Hai Kwan Se Im Pu Sa di Daerah Loji tepatnya Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Sukabumi, Jawa Barat, merupakan tempat ibadah yang unik. Tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah, vihara ini menjadi distinasi yang menarik bagi wisatawan. Letaknya yang diatas bukit, menjadikan vihara ini memiliki pemandangan laut yang indah dan eksotis.
Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia » Topik Buddhisme » Buddhisme untuk Pemula » mohon petunjuk membuata tata cara Altar Kwan Im di rumah Topic mohon petunjuk membuata tata cara Altar Kwan Im di rumah Read 43474 times 0 Members and 1 Guest are viewing this topic. halo salam kenal smuanya..., saya baru belajar menekuni agama budha, usia saya 30 thn, saya ingin menanyakan, apakah boleh saya membuat altar kwan im di rumah saya? karena pernah bertanya kepada salah satu suhu, katanya kalau masih usia 30thn blm blh, kalau tidak bisa mengurusnya akan mengalami banyak pentunjuk teman teman skalian kiranya tau informasi tentang membuat altar kwan im, lalu tata letak, posisi, lalu apa saja syarat - syarat nya agar tidak salah dan sembarangan. apakah boleh pada 1 altar terdapat patung kwan im dan patung budha atau patung dewa lainnya? adakah hari yang tepat atau pembacaan doa, atau lain - lainya? terima kasih. Logged ada rupang Buddha Gotamadalam Buddha Dhamma tidak ada hari/waktu yang buruk, semua hari pasti baik tergantung kita mau jadikan hari baik atau hari buruk. Logged Seringlah PancaKhanda direnungkan sebagai Ini Bukan MILIKKU, Ini Bukan AKU, Ini Bukan DIRIKU, bermanfaat mengurangi keSERAKAHan, mengurangi keSOMBONGan, Semoga dapat menjauhi Pandangan SALAH. teman - teman ada yang tahu bagaimana membuat altar dan posisinya? saya takut salah, jadi minta inputan dari teman - teman tata letak kalau boleh image gambar altarnya. apakah boleh di lantai 2, sebelah pintu keluar menghadap view keluar? maaf kalau saya kurang tahu, terima kasih. Logged Pada dasarnya terserah keyakinan masing-masing, namun kalau berdasar keyakinan yang benar pada Triratna, maka dapat disusun rupang Buddha dan Bodhisattva sesuai dengan kualitas dewa-dewa juga gak masalah asal anda tahu benar apakah dewa tersebut berlindung pada Triratna atau tidak, kalau mislanya anda naruh rupang Caishen Ye atau Taishang Laojun yang agama Tao tentu ini tidak mau naruh rupang Buddha dan Avalokitesvara Guan Yin sebaiknya rupang Sakyamuni Buddha di tengah dan diapit rupang Avalokitesvara dan satu lagi Bodhisattva. Kalau misalnya anda cuma punya 2 rupang saja, Buddha dan Guan Yin, maka tempatkan sama-sama di tengah dengan Sakyamuni Buddha di belakangnya dan posisinya lebih tinggi dari Guan pasti letakkan posisi Sakyamuni Buddha di posisi yang teragung, berikutnya para Bodhisattva dan berikutnya lagi baru para dewa Pelindung Dharma. The Siddha Wanderer Logged Theravada is my root. This is the body of my practice.... It [Tibetan Buddhism]has given me my Compassion practice. Vajrayana is my thunder, my power. This is the heart of my practice..True wisdom is simple and full of lightness and humor. Zen is my no-self ??. This is the soul of my practice. klo mau pasang rupang di altar, pasang aja jgn ragu, krn yg terpenting adalah keyakinan n kondisi bathin, bkn pd tata letak rupang... krn rupang berfungsi sebagai objek penghormatan kita, dimana kegiatan spiritual ala buddhism... seperti kata bro adi lim, setiap hari dan setiap waktu adalah hari dan waktu yg baik, jd kpn saja kita bole memasang nya sih kita orang asia lebih cendrung berasumsi, hal ini kan hal yg sakral, klo salah letak 1 cm aja, pasti memberikan efek negatif ke kita, misalkan kecelakaan/usaha sepi dan lainnya, padahal kejadian yg tidak baik tersebut muncul bkn krn tata letak rupang tp dr diri sendiri kamma... krn orang yg memasang rupang yg super tepat sesuai arah suhu terhebat dan orang yg tidak memasang rupang sekali pun jg akan mengalami kejadian buruk yg sama, kecelakaan/usaha sepi dan lainnya... Logged klo mau pasang rupang di altar, pasang aja jgn ragu, krn yg terpenting adalah keyakinan n kondisi bathin, bkn pd tata letak rupang... krn rupang berfungsi sebagai objek penghormatan kita, dimana kegiatan spiritual ala buddhism... seperti kata bro adi lim, setiap hari dan setiap waktu adalah hari dan waktu yg baik, jd kpn saja kita bole memasang nya sih kita orang asia lebih cendrung berasumsi, hal ini kan hal yg sakral, klo salah letak 1 cm aja, pasti memberikan efek negatif ke kita, misalkan kecelakaan/usaha sepi dan lainnya, padahal kejadian yg tidak baik tersebut muncul bkn krn tata letak rupang tp dr diri sendiri kamma... krn orang yg memasang rupang yg super tepat sesuai arah suhu terhebat dan orang yg tidak memasang rupang sekali pun jg akan mengalami kejadian buruk yg sama, kecelakaan/usaha sepi dan lainnya...tapi kalau memang ada yang bener2 ahli dan bisa membuat keberuntungan kita lebih baik bukannya lebih bagus? Logged Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain halo salam kenal smuanya..., saya baru belajar menekuni agama budha, usia saya 30 thn, saya ingin menanyakan, apakah boleh saya membuat altar kwan im di rumah saya? karena pernah bertanya kepada salah satu suhu, katanya kalau masih usia 30thn blm blh, kalau tidak bisa mengurusnya akan mengalami banyak pentunjuk teman teman skalian kiranya tau informasi tentang membuat altar kwan im, lalu tata letak, posisi, lalu apa saja syarat - syarat nya agar tidak salah dan sembarangan. apakah boleh pada 1 altar terdapat patung kwan im dan patung budha atau patung dewa lainnya? adakah hari yang tepat atau pembacaan doa, atau lain - lainya? terima kenal. Sekiranya patokan umur memang tidak menjadi masalah dalam hal pengurusan altar. Saya banyak mengenal orang-orang yang mengurus altar di bawah umur tersebut dan mereka tidak mengalami masalah karenanya. Jangan Tanya Kalau Masalah Kehidupan! anda hidup di dunia maka pasti ada masalahnya p Semakin lama anda hidup, anda pun akan menemui banyak masalah. Itulah resiko kehidupan ^^Barangkali, suhu tersebut memaksudkan kesiapan anda sendiri dalam mengurus altar tersebut. Mungkin anda belum siap saat ini ditinjau dari kesibukan anda dan dikhawatirkan malah tidak sempat meluang waktu mengurusnya?atau mungkin anda hanya bersemangat dalam mengurus saat ini saja, dan ketika anda bosan, maka anda akan berhenti mengurus altar tersebut pEntah, saya tidak tahu. Dalam pembuatan posisi dan letak altar, sebetulnya tidak ada patokan tepat dalam hal ini. Saya dan rekan2 yang saya tahu lebih banyak membuatnya berdasarkan kondisi contoh, dalam altar di rumah saya, hanya ada satu meja, satu hiolo, namun ada 5 rupang. 3 rupang dewi kwan im, 1 rupang Buddha Gautama, 1 rupang kurang tepat, IDEALNYA adalah saya menyediakan hiolo tersendiri. Namun saya belum memiliki kemampuan untuk melakukan hal tersebut karena kterbatasan ruang pNamun, ada hal yang perlu diingat dalam pengurusan altar, terlebih penggabungan altar seperti itu, dari berbagai nasehat yang saya terima posisikan rupang Buddha tidak di bawah dewi Kwan simpel saja, karena Dewi Kwan Im pun menghormat kepada Buddha.^^ Logged Pada dasarnya terserah keyakinan masing-masing, namun kalau berdasar keyakinan yang benar pada Triratna, maka dapat disusun rupang Buddha dan Bodhisattva sesuai dengan kualitas dewa-dewa juga gak masalah asal anda tahu benar apakah dewa tersebut berlindung pada Triratna atau tidak, kalau mislanya anda naruh rupang Caishen Ye atau Taishang Laojun yang agama Tao tentu ini tidak mau naruh rupang Buddha dan Avalokitesvara Guan Yin sebaiknya rupang Sakyamuni Buddha di tengah dan diapit rupang Avalokitesvara dan satu lagi Bodhisattva. Kalau misalnya anda cuma punya 2 rupang saja, Buddha dan Guan Yin, maka tempatkan sama-sama di tengah dengan Sakyamuni Buddha di belakangnya dan posisinya lebih tinggi dari Guan pasti letakkan posisi Sakyamuni Buddha di posisi yang teragung, berikutnya para Bodhisattva dan berikutnya lagi baru para dewa Pelindung Dharma. The Siddha WandererSalam kenal. Sekiranya patokan umur memang tidak menjadi masalah dalam hal pengurusan altar. Saya banyak mengenal orang-orang yang mengurus altar di bawah umur tersebut dan mereka tidak mengalami masalah karenanya. Jangan Tanya Kalau Masalah Kehidupan! anda hidup di dunia maka pasti ada masalahnya p Semakin lama anda hidup, anda pun akan menemui banyak masalah. Itulah resiko kehidupan ^^Barangkali, suhu tersebut memaksudkan kesiapan anda sendiri dalam mengurus altar tersebut. Mungkin anda belum siap saat ini ditinjau dari kesibukan anda dan dikhawatirkan malah tidak sempat meluang waktu mengurusnya?atau mungkin anda hanya bersemangat dalam mengurus saat ini saja, dan ketika anda bosan, maka anda akan berhenti mengurus altar tersebut pEntah, saya tidak tahu. Dalam pembuatan posisi dan letak altar, sebetulnya tidak ada patokan tepat dalam hal ini. Saya dan rekan2 yang saya tahu lebih banyak membuatnya berdasarkan kondisi contoh, dalam altar di rumah saya, hanya ada satu meja, satu hiolo, namun ada 5 rupang. 3 rupang dewi kwan im, 1 rupang Buddha Gautama, 1 rupang kurang tepat, IDEALNYA adalah saya menyediakan hiolo tersendiri. Namun saya belum memiliki kemampuan untuk melakukan hal tersebut karena kterbatasan ruang pNamun, ada hal yang perlu diingat dalam pengurusan altar, terlebih penggabungan altar seperti itu, dari berbagai nasehat yang saya terima posisikan rupang Buddha tidak di bawah dewi Kwan simpel saja, karena Dewi Kwan Im pun menghormat kepada Buddha.^^mau tanya, kalau posisi rupang kwan im diatas buda apa yang akan terjadi?apa ada efek samping atau hanya sebatas tidak pantas dilihat? Logged Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain mau tanya, kalau posisi rupang kwan im diatas buda apa yang akan terjadi?apa ada efek samping atau hanya sebatas tidak pantas dilihat?Ada suatu waktu tidak ada efek. Namun pada waktu lain dapat memberikan efek. Logged mau tanya, kalau posisi rupang kwan im diatas buda apa yang akan terjadi?apa ada efek samping atau hanya sebatas tidak pantas dilihat?mau tanya, kalau di sekolah-sekolah dan berbagai aula kenapa foto pak presiden diletakkan berdampingan dengan foto pak wapres? kenapa nggak foto wapres diletakkan di atas foto presiden?mau tanya kalau foto married, kok org yang married berdirinya di tengah" di antara keluarga?klo anda tahu alasannya, maka anda tahu alasan knp altar pun perlu ditata sebagaimana mestinya. The Siddha Wanderer Logged Theravada is my root. This is the body of my practice.... It [Tibetan Buddhism]has given me my Compassion practice. Vajrayana is my thunder, my power. This is the heart of my practice..True wisdom is simple and full of lightness and humor. Zen is my no-self ??. This is the soul of my practice. mau tanya, kalau di sekolah-sekolah dan berbagai aula kenapa foto pak presiden diletakkan berdampingan dengan foto pak wapres? kenapa nggak foto wapres diletakkan di atas foto presiden?mau tanya kalau foto married, kok org yang married berdirinya di tengah" di antara keluarga?klo anda tahu alasannya, maka anda tahu alasan knp altar pun perlu ditata sebagaimana mestinya. The Siddha Wandererkalau foto wapres di simpan di atas presiden apakah ada efeknya? itu khan hanya foto, kalau misalnya ada sangsi maka ada pihak2 yang marah atau memberikan sangsi, dalam rupang ada ya yang memberi sangsi?kalau foto married, khan malah foto pengantinnya kadang di bawah foto orang yang di belakangnya, kalau ga nanti orang di belakang ga keliatan dong Logged Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain kalau foto wapres di simpan di atas presiden apakah ada efeknya? itu khan hanya foto, kalau misalnya ada sangsi maka ada pihak2 yang marah atau memberikan sangsi, dalam rupang ada ya yang memberi sangsi?kalau foto married, khan malah foto pengantinnya kadang di bawah foto orang yang di belakangnya, kalau ga nanti orang di belakang ga keliatan dong Efek yang ada lebih banyak timbul dari diri sendiri. Dalam pola pikir kebanyakan orang, ada pola pikir tingkatan. Bagi mereka tidak memahami apa yang dimaksud dengan Buddha, dan apa yang dimaksud dengan Dewi Kwan Im, mau ditaruh siapa yang di atas, atau siapa yang disamping tidak menjadi masalah. Ia hanya memandangnya sebagai seorang suci. Dalam hal ini, Sesama Makhluk ketika pemahaman baru mulai muncul, bahwasanya Dewi Kwan Im pun menghormat kepada Sang Buddha, maka bila kita menempatkan penghormatan posisi Dewi Kwan di atas posisi SammaSambuddha, maka agaknya kurang sopan. Ada istilah, yang muda menghormat pada yang tua. Demikian pula dalam tingkatan kesucian, yang lebih rendah menghormat kepada yang lebih dasar semacam itu, umumnya posisi2 setelah memahami hal tersebut, meskipun tadinya posisi hanya sembarangan saja, lalu dibiarkan saja tidak menjadi masalah, kalau hal ini tidak menjadi permasalahan bagi pikiran anda. Saya tidak pernah mendengar adanya Masalah yang timbul karena hal ini. Namun saya sering mendengar kekhawatiran yang timbul karena hal kita mudah sekali mengagungkan, agaknya bila diarahkan dengan lebih tepat, hal ini dapat membawa keberuntungan bagi kita. Keberuntungan bahwa kita dapat mewujudkan karma baik kita dengan lebih bermakna. Logged Ada baiknya sebelum menempatkan obyek pemujaan, kita perlu mengetahui dulu seluk-beluk siapa yang diwakili oleh obyek puja tersebut dengan pengertian benar. Dengan demikian diharapkan dapat membawa manfaat bagi kita. Alangkah lucunya jika suatu saat ada tamu berkunjung ke rumah kita dan mempertanyakan obyek pemujaan yang ada di rumah kita namun kita tidak bisa menjelaskannya dengan ini siapa?Tuan rumah Dewi Kwan Im -> duh!Tamu; Apa hubungannya dengan Buddha?Tuan Rumah tidak tahu…-> parah!Dan tidak menutup kemungkinan ketika kita telah mengetahui seluk-beluk dari siapa yang diwakilkan oleh obyek puja tersebut, kita justru merasa tidak perlu lagi menggunakan obyek perwakilan tersebut saat memuja siapa yang diwakilkannya tersebut. Logged GKBU suvatthi hotu- finire - objek pemujaan itu fungsinya untuk apa ya? Logged Janganlah memperhatikan kesalahan dan hal-hal yang telah atau belum dikerjakan oleh diri sendiri. Tetapi, perhatikanlah apa yang telah dikerjakan dan apa yang belum dikerjakan oleh orang lain saya ingin membuat altar, dimana 1 patung budha posisi diatas atau di lebih dalam, 1 patung kwan im di sebelah kanan, kalau 1 lagi apa yah untuk di posisi kiri?, apakah boleh jika patung ma co po? lalu apakah boleh pada patung budha dibawah nya di taruh kim cua kertas sembhayang karena biasanya yang saya lihat di rumah teman ditaruh kim cua.Posisi altar dekat atas tangga, ada jalan di tengah menuju pintu keluar, depan altar berhadapan dengan tembok kamar saya. apakah boleh posisi seperti itu? jadi posisi altar di samping jalan menuju pintu keluar, dan ketika pintu keluar dibuka terlihat altarnya. teman - teman tolong kasih inputannya yah, terima kasih. Logged Forum DhammaCitta. Forum Diskusi Buddhis Indonesia » Topik Buddhisme » Buddhisme untuk Pemula » mohon petunjuk membuata tata cara Altar Kwan Im di rumah